<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>tomandar</title>
	<atom:link href="http://fadlitahir.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fadlitahir.wordpress.com</link>
	<description>blog ini untuk mengenal daerah mandar khususnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Dec 2008 07:16:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fadlitahir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>tomandar</title>
		<link>http://fadlitahir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fadlitahir.wordpress.com/osd.xml" title="tomandar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fadlitahir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>sayyang pattu&#8217;du</title>
		<link>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/12/09/sayyang-pattudu/</link>
		<comments>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/12/09/sayyang-pattudu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 18:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlitahir</dc:creator>
				<category><![CDATA[mandar site]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlitahir.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[sementara di cari bahan tulisannya luluare<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlitahir.wordpress.com&amp;blog=3991336&amp;post=75&amp;subd=fadlitahir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sementara di cari bahan tulisannya luluare</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlitahir.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlitahir.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlitahir.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlitahir.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlitahir.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlitahir.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlitahir.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlitahir.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlitahir.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlitahir.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlitahir.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlitahir.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlitahir.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlitahir.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlitahir.wordpress.com&amp;blog=3991336&amp;post=75&amp;subd=fadlitahir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/12/09/sayyang-pattudu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e1e7e11c341586f4add8565a5daa00?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fadlitahir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matahari di Dalam Diri</title>
		<link>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/06/29/matahari-di-dalam-diri/</link>
		<comments>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/06/29/matahari-di-dalam-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 03:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlitahir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlitahir.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Hidup penuh jejak kaki, demikian sejarah pernah bertutur pada manusia. Sayangnya, logika dan kata-kata manusia tidak dan tidak akan pernah bisamemotret jejak-jejak kaki sebagaimana adanya. Logika dan kata-kata, di satusisi memang jembatan pemahaman, di lain sisi ia juga suka memerkosa. Karena pemerkosaan jenis terakhir inilah, kemudian pengetahuan manusia mana pun menjadi tidak sempurna. Di tangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlitahir.wordpress.com&amp;blog=3991336&amp;post=14&amp;subd=fadlitahir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup penuh jejak kaki, demikian sejarah pernah bertutur pada manusia. Sayangnya, logika dan kata-kata manusia tidak dan tidak akan pernah bisamemotret jejak-jejak kaki sebagaimana adanya. Logika dan kata-kata, di satusisi memang jembatan pemahaman, di lain sisi ia juga suka memerkosa. Karena pemerkosaan jenis terakhir inilah, kemudian pengetahuan manusia mana pun menjadi tidak sempurna. Di tangan manusia-manusia yang digiring kepintaran, ketidaksempurnaan kemudian menjadi bahan wacana. Ada juga yang membuatnya sebagai sarana tawar- menawar kepentingan, alat menyerang, bahan-bahan untuk memamerkan kehebatan. <span id="more-14"></span>read more<!--more-->Ada yang bertanya, tidakkah ini hanya bunga-bunga kehidupan yang menjadikan semuanya kaya warna? Di tangan manusia-manusia bijaksana, nasib ketidaksempurnaan pengetahuan manusia lain lagi ceritanya. Bagi mereka, ketidaksempurnaan bisa mengajarkan kesempurnaan pada manusia. Menurutnya, hidup ditujukan justru untuk<br />
melengkapi sisi-sisi pemahaman yang belum sempurna. Bagi pejalan-pejalan kaki di jalan jiwa, ketidaksempurnaan bisa menjadi lahan-lahan latihan jiwa. Bukankah setelah tertabrak berbagai karang kehidupan, jatuh dalam banyak jurang kehidupan, kemudian jiwa bisa pulang dengan tenang?<br />
Ah, entahlah, pejalan-pejalan kaki di jalan kejernihan memang hanya boleh bertanya. Jawaban senantiasa diserahkan kepada mereka yang mendengar ketika pertanyaan dilontarkan. Tidak semua suka, tentu saja. Tidak apa-apa. Yang jelas, apa pun pertanyaannya, apa pun jawabannya, siapa pun yang bertanya, siapa pun yang menjawab, ada gejala yang terus- menerus berjalan: waktu!<br />
Seperti jarum jam di dinding, berjalan, berjalan dan berjalan. Kadang ia berhenti karena baterainya mati, cuma waktu yang ia wakili tidak membutuhkan baterai dan tenaga mana pun. Ia adalah tenaga itu sendiri, ia adalah gerakan itu sendiri, ia adalah hidup itu sendiri.<br />
Sebagai manusia biasa, kita kerap baru tersadar, kadang malah terkejut, ketika melihat putra-putri di rumah sudah besar. Tatkala merasakan badan tidak lagi sekuat dulu. Mana kala melihat orang-orang yang lebih muda dipanggil Yang Kuasa. Logika dan kata-kata manusia pun memberikan judul:<br />
tua. Judul ini pun tidak sama pemahamannya. Ada yang mengaitkannya dengan badan yang berbau tanah. Ada yang menyebutnya dengan masa-masa panen dalam hidup. Ada juga yang meletakkannya sebagai waktu membalas dendam perhatian ke anak-cucu.<br />
Tentu saja, terserah sepenuhnya pada pribadi masing-masing. Yang jelas, ada yang mengaitkan umur tua dengan perlambang alam yang bernama matahari. Bagi yang melihat beban kehidupan sebagai serangkaian hal yang memberatkan, tua adalah tanda-tanda matahari mau tenggelam. Bagi sahabat yang melihat beban sebagai vitamin-vitamin yang memperkuat, tua adalah awal terbitnya matahari<br />
di dalam diri. Ada yang bertanya, matahari apa yang terbit di dalam diri?<br />
Inilah keterbatasan pemahaman melalui kata-kata dan logika. Pertama, semua hal ditanyakan dan mau dipahami dulu, baru kemudian bergerak dan berjalan untuk menggali. Seolah-olah tanpa bertanya dan paham manusia akan masuk jurang. Kedua, setiap pencarian yang boros logika dan kata-kata, membuat<br />
pencarian berjalan keluar. Kemudian, mengabaikan sumur tanpa dasar yang ada di dalam. Ketiga, begitu suatu pemahaman terpetakan oleh logika dan kata-kata, manusia terpental jauh dari dirinya sendiri.<br />
Diterangi cahaya pemahaman seperti ini, ada seorang sahabat pernah berbisik. Kadang, ada saatnya perjalanan pemahaman mirip seorang anak yang baru bisa belajar bicara, kemudian bertanya pada mamanya, mana papa? Begitu telunjuk mama menunjuk ke seorang lelaki, setiap bayi langsung memercayainya. Dan seumur hidup menyebut lelaki tadi dengan sebutan papa. Jarang sekali<br />
terjadi &#8212; mungkin malah tidak pernah &#8212; begitu mamanya menunjuk seorang lelaki, kemudian anak bertanya ulang, itu papa atau teman selingkuh?<br />
Bagi sahabat yang diperkuda kepintaran, mungkin cara seperti ini disebut dengan kebodohan dan ketololan. Hanya, pada kehidupan mana pun yang menyelami lapisan-lapisan keikhlasan secara mengagumkan, dan kemudian berpelukan dengan kehidupan secara penuh penerimaan, inilah awal terbitnya matahari di dalam diri. Tidak ada pertanyaan di sana, apa lagi penolakan.<br />
Sebutan pintar dan hebat tidak lagi menggoda. Kaya dan terkemuka, juga serupa. Dikasih, terima kasih. Tidak dikasih, juga terimakasih. Seorang pejalan kaki di jalan ini pernah berucap, ketika penafsiran kita tentang semesta berhenti, kejernihan yang mendalam jadi terbuka. Kejernihan itu meliputi segala waktu, tempat dan perubahan. Pejalan kaki yang lain berucap pelan, pelepasan adalah jantung kehidupan. Tatkala manusia sudah terlepas dari harapan, pendapat dan apalagi ketakutan, ia memasuki wilayah-wilayah kebebasan yang berkelimpahan. Dalam bahasa lain, ada yang berbisik, seluruh hidup adalah proses pelepasan. Ketika manusia mengalami pelepasan, bukankah muncul great sun of wisdom dari dalam dirinya? Ada juga yang ragu-ragu dan bertanya, apa yang tersisa dalam kehidupan<br />
setelah pelepasan?<br />
Yang tersisa di sana hanya satu: kerja, kerja dan kerja. Perbedaannya dari kerja orang kebanyakan, bukankah kerja adalah bentuk cinta yang paling nyata? Bukankah melalui kerja, Tuhan menjadi nyata?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fadlitahir.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fadlitahir.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlitahir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlitahir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlitahir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlitahir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlitahir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlitahir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlitahir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlitahir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlitahir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlitahir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlitahir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlitahir.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlitahir.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlitahir.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlitahir.wordpress.com&amp;blog=3991336&amp;post=14&amp;subd=fadlitahir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/06/29/matahari-di-dalam-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e1e7e11c341586f4add8565a5daa00?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fadlitahir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 kado terindah</title>
		<link>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/06/17/kado-terindah/</link>
		<comments>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/06/17/kado-terindah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 19:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlitahir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[kado terindah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlitahir.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[DELAPAN KADO TERINDAH Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi. 1. KEHADIRAN Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlitahir.wordpress.com&amp;blog=3991336&amp;post=7&amp;subd=fadlitahir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="NO-BOK">DELAPAN KADO TERINDAH</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="NO-BOK">Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.<br />
1. KEHADIRAN </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="NO-BOK">Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.<br />
2. MENDENGAR ,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="NO-BOK">Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.<br />
<span id="more-7"></span>read more<!--more-->3. D I A M </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai Untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya &#8220;ruang&#8221;. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">4. KEBEBASAN </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="NO-BOK">Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, &#8221; Kau bebas berbuat semaumu.&#8221; Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> 5. KEINDAHAN </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.<br />
6. TANGGAPAN POSITIF </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="NO-BOK">Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat,berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> 7. KESEDIAAN MENGALAH <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai Menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado &#8221; kesediaan mengalah&#8221; Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> 8. SENYUMAN </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="NO-BOK">Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fadlitahir.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fadlitahir.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlitahir.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlitahir.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlitahir.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlitahir.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlitahir.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlitahir.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlitahir.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlitahir.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlitahir.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlitahir.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlitahir.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlitahir.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlitahir.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlitahir.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlitahir.wordpress.com&amp;blog=3991336&amp;post=7&amp;subd=fadlitahir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/06/17/kado-terindah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e1e7e11c341586f4add8565a5daa00?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fadlitahir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan arti cinta</title>
		<link>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/05/29/kumpulan-arti-cinta/</link>
		<comments>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/05/29/kumpulan-arti-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlitahir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlitahir.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlitahir.wordpress.com&amp;blog=3991336&amp;post=21&amp;subd=fadlitahir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<p>Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya. <span id="more-21"></span>selanjutnya<!--more--> Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.  Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.  Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fadlitahir.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fadlitahir.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlitahir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlitahir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlitahir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlitahir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlitahir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlitahir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlitahir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlitahir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlitahir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlitahir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlitahir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlitahir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlitahir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlitahir.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlitahir.wordpress.com&amp;blog=3991336&amp;post=21&amp;subd=fadlitahir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlitahir.wordpress.com/2008/05/29/kumpulan-arti-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e1e7e11c341586f4add8565a5daa00?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fadlitahir</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
